Waktu membaca: 5 menit
Akun email, media sosial, belanja, dan perbankan terhubung dengan banyak aktivitas sehari-hari. Ketika satu akun utama diambil alih, pelaku dapat mencoba mereset kata sandi akun lain atau menyamar sebagai pemiliknya. Kabar baiknya, sejumlah kebiasaan sederhana dapat mengurangi risiko tanpa harus menjadi ahli keamanan siber.
Kenali phishing dan manipulasi psikologis
Pesan phishing sering meniru bank, layanan pengiriman, platform digital, atau rekan kerja. Isinya mendorong penerima bertindak cepat: mengonfirmasi akun, membuka dokumen, atau membayar biaya yang tidak terduga. Nama pengirim dan tampilan halaman dapat dipalsukan, jadi jangan menjadikannya satu-satunya dasar kepercayaan.
Periksa alamat situs dengan teliti dan buka layanan melalui aplikasi atau alamat yang sudah diketahui, bukan tautan mencurigakan. Jangan membagikan kode OTP, kode pemulihan, atau persetujuan login kepada siapa pun. Organisasi yang sah tidak seharusnya meminta kode rahasia tersebut lewat pesan.
Gunakan kata sandi unik dan autentikasi multifaktor
Kata sandi yang digunakan ulang berisiko karena kebocoran pada satu layanan dapat membuka akun lain. Pengelola kata sandi membantu membuat dan menyimpan kredensial unik. Untuk akun penting, aktifkan autentikasi multifaktor (MFA). Jika tersedia, passkey atau kunci keamanan fisik dapat memberikan perlindungan kuat terhadap sejumlah serangan phishing.
Simpan kode pemulihan di tempat aman dan perbarui opsi pemulihan jika nomor telepon atau email berubah. Jangan menyimpan daftar kata sandi dalam catatan biasa yang mudah diakses orang lain.
Perbarui perangkat dan aplikasi
Pembaruan sistem operasi, browser, aplikasi, dan router sering menutup celah keamanan. Aktifkan pembaruan otomatis jika sesuai, serta hapus aplikasi yang tidak lagi digunakan. Unduh aplikasi melalui toko resmi dan periksa pengembang serta izin yang diminta.
Jika perangkat terasa aneh setelah membuka lampiran atau memasang aplikasi, hentikan aktivitas sensitif dan lakukan pemeriksaan menggunakan alat keamanan tepercaya. Hindari memasang “pembersih” dari iklan pop-up yang justru dapat membawa perangkat lunak berbahaya.
Lindungi data dan sesi login
Periksa daftar perangkat yang masuk ke akun secara berkala dan keluarkan sesi yang tidak dikenali. Gunakan kunci layar, enkripsi perangkat jika tersedia, serta backup data penting. Saat memakai Wi-Fi publik, pastikan situs menggunakan HTTPS dan hindari melakukan aktivitas sensitif pada perangkat yang tidak dipercaya.
Untuk pekerjaan, pisahkan akun pribadi dan kantor serta berikan izin aplikasi seminimal mungkin. Cadangan data perlu diuji sesekali agar benar-benar dapat dipulihkan ketika terjadi kerusakan atau serangan ransomware.
Jika akun diduga diretas
- Gunakan perangkat tepercaya untuk mengganti kata sandi.
- Keluar dari semua sesi dan cabut akses aplikasi yang mencurigakan.
- Aktifkan atau perbarui MFA serta opsi pemulihan.
- Periksa email dan nomor pemulihan serta aktivitas transaksi.
- Hubungi penyedia layanan atau bank jika informasi finansial terdampak.
Keamanan digital bukan satu pengaturan yang selesai sekali. Kebiasaan memeriksa tautan, memakai kredensial unik, mengaktifkan MFA, dan memperbarui perangkat secara konsisten akan membuat akun jauh lebih sulit disalahgunakan. Jika terjadi insiden, bertindak cepat melalui kanal resmi dapat membatasi dampaknya.
